Skip to content

KONSEKUENSI SEBUAH TAQDIR

18 Agustus 2009
tags:

Taqdir merupakan ketetapan yang ditetapkan Allah swt kepada setiap manusia sejak ia dalam kandungan. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui rahasia ini karena hak mutlak pada Allah swt. Sebelum manusia dilahirkan sudah ditetapkan empat rahasia sebagaimana sabda Rasul saw:”…. menentukan rezekinya, ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah orang yang bahagia…“ (Shahih Muslim No. 4781).

Bila demikian, maka kita pasti bertanya apakah hanya berdiam saja karena taqdir? Tidak tentunya. Manusia dalam mengarungi kehidupan ini Allah swt juga memberikan suatu hak mutlak yaitu dengan berusaha dan berdoa. Kita diwajibkan berusaha atas apa yang kita kehendaki dan diiringi dengan doa namun akhirnya Allah swt juga yang menentukan.

Bila usaha dan doa belum mampu mendapat apa yang diinginkan maka itulah taqdir. Kita tidak boleh berputus asa atas semua itu. Mungkin gagal suatu waktu namun Allah swt akan mengabulkan pada waktu yang lain, Intinya adalah usaha dan doa. Doa dapat merubah taqdir, sebagaimana sabda Nabi saw: “Tiada sesuatu yang dapat menolak taqdir kecuali doa, dan …”. (HR. Tirmidzi dan Al Hakim).

Taqdir tentu menjadi motivasi agar manusia dapat mendekatkan diri kepada Allah swt dengan meningkatkan amalan-amalannya sehingga imannya menjadi kuat, dan amalan juga salah satu syarat makbulnya doa-doa. Bila iman seseorang kuat pasti sulit goyah jika gagal dalam suatu usaha atau dengan taqdirnya. Namun bila iman seseorang lemah maka akan berdampak buruk bagi sebuah taqdir. Manusia akan melenceng dari keimanannya, misalnya dengan bunuh diri, stress berat atau menyalahkan orang lain.

Di sini terjadi korelasi antara Pencipta dengan ciptaannya yaitu antara Allah swt dengan manusia. Jika Allah swt tidak mempunyai hak mutlak atas taqdir maka manusia akan semena-mena dan tidak mau menyembahNya sehingga kehidupan ini kita sendiri yang mengaturnya. Dengan adanya taqdir maka manusia selalu bergantung kepada Allah swt atas segala usaha-usahanya.

Akal manusia itu sungguh luar biasa dalam mencerna kehidupan seperti orientalis yang tidak percaya adanya Tuhan Pencipta Alam semesta, mereka mengatakan bahwa alam ini terjadi dengan sendirinya. Mereka cenderung mengedepankan akal, bila akal tidak mampu menjawab maka ia akan berusaha untuk mampu menjawab tanpa menyerahkan kepada taqdir.

 

Katakanlah: “Siapakah yang dapat melindungi kamu dari taqdir Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?” …(al-Ahzab: 17)

2 Komentar leave one →
  1. 19 Agustus 2009 06:17

    Thank atas postingan artikelku di InfogGue, semoga bermanfaat. Salam kenal kembali

  2. 18 Agustus 2009 17:58

    hai salam kenal artikelmu udah ada di

    http://agama.infogue.com/konsekuensi_sebuah_taqdir

    gabung yuk n promosikan artikelmu di infoGue.com. Salam ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: