Skip to content

BUSANA ISLAMI

5 Juli 2009

Pertanyaan
Bapak pengasuh Konsultasi Agama Islam yang terhormat;

Assalamulaikum wr. wb.
Saya yang masih sangat awam mengenai hukum Islam, ingin menanyakan beberapa hal. Pertama, apa hukumnya seorang laki-laki beragama lslam memakai hiasan perempuan, misalnya, kalung di leher, gelang di tangan; kerabu di telinga dan lain-lain?
Kedua, bahwa kesadaran dan sikap hidup manusia baru dapat baik bila dimotivisirkan agama, khususnya Islam, akan tetapi yang saya lihat, perempuan Islam bersikap pro dan kontra terhadap busana muslim. Memang sebagiannya telah memakai, tapi sebagian lagi, malah menganggap pakaian muslim sebagai ciri primitif, dan orangnya pun belum tentu beriman dan jujur. Malah sering saya menjumpai perempuan yang memakai pakaian menyerupai lelaki, mareka memakai celana dan rambutnya dipangkas pendek. Padahal kalau memakai pakaian muslim, mereka terlihat lebih anggun; aman dan rapi, di samping memang paling afdhal menurut agama. Apakah hukumnya bagi mereka yang berbuat demikian?

Wassalam, dari saya,
Nasruddin Hasan, Krueng Mane
Jawaban
Wa’alaikumussalam wr. wb.

Mengenai pertanyaan pertama, sesungguhnya telah banyak pengasuh uraikan di harian ini, terutama pada tahun sembilan puluhan. Sekilas kesimpulannya; apabila barang-barang hiasan itu terdiri dari emas, maka hukumnya adalah haram. Demikian juga, bila pakaiannya itu terdiri dari sutera, maka hukum jelas-jelas haram. Karena emas dan sutera dikhususkan untuk pakaian orang perempuan saja. Semoga Anda telah mendapatkannya dan telah pula merujuk kepada sejumlah kitab rujukan yang pengasuh terakan.
Jawaban pertanyaan kedua, juga sudah berulangkali pengasuh uraikan. Namun, kali ini pengasuh ingin tekankan kembali beberapa hal. Sudah sama kita ketahui, Islam adalah agama yang sengaja diturunkan Allah swt untuk membawa manusia kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Siapa yang mengikuti petunjuknya, akan selamat dan siapa yang berkeras kepala, akan merasakan sendiri akibat perbuatannya di dunia dan juga di akhirat.
Terlepas dari pro-kontra seputar busana muslim dan muslimah, hukum Allah tetap pasti dan tetap sesuai dengan penciptaan manusia. Kalau manusia enggan mengikuti, yah akibatnya akan dia rasakan sendiri. Kalau wanita sekarang banyak “buka-bukaan”; saudara lihat sendiri apa yang terjadi di depan mata kita; pemerkosaan terjadi dimana-mana; perampasan kehormatan banyak terjadi, anak zina bertebaran, dan kejahatan lainnya.
Demikian juga dengan lelaki yang senang menguber-uberkan aurat, memakai celana pendek. dan lain-lain, telah banyak meransang wanita. Rangsangan itupun diupayakan penyalurannya, dengan bermacam cara pula, seperti merangsang dan merayu lelaki untuk selalu berduaan di tempat sunyi, mengajaknya ke kamar tidur di rumah kost, seperti yang sering kita baca. Hubungan badan lelaki wanita, biasanya membuahkan janin. Malah janin itu, menjadi alat bukti pasti terhadap penyaluran nafsu seksual. Apabila penyaluran itu dilakukan secara tidak sah menurut syara’, maka kedua pihakpun sepakat untuk menghilangkan jejak, seperti melakukan pengguguran. Kalau upaya ini berhasil, dosa yang ditanggung menjadi tiga peringkat, yaitu dosa berzina, dosa pengguguran dan dosa membunuh bayi. Bahkan sering ibu si janinpun ikut terbunuh pula.
Maaf, semua peristiwa yang dapat menguraikan air mata darah kita ini, terpaksa pengasuh ungkapkan, agar kita yakin bahwa ketentuan tutup aurat, baik bagi lelaki ataupun wanita yang diwajibkan Allah swt melalui ayat-ayat qath’i dalam Alquran, tidak lagi dipertentangkan. Bahwa sekarang bukan saatnya lagi memprokontrakan hukum Allah swt.
Banyak memang orang beriman tipis yang mengatakan, busana muslim adalah kolot, kampungan dan adat jahiliyah. Pengaruh ungkapan ini terlihat pada berkurangnya rasa malu dan penghargaan kepada “keperawanan”. Akibatnya bermunculan kasus kawin kilat, yaitu perkawinan yang diakhiri dengan perceraian setelah berusia dua atau tiga malam, karena ternyata “trade mark” telah pecah. Karenanya, pengasuh menghimbau semua pihak untuk mengamalkan hukum Allah swt secara “kaffaah” termasuk dalam berbusana. Hati-hatilah dalam bergaul, karena pergaulan bebas sering menyeret orang ke lembah terkutuk.
Kepada kaum Adam, termasuk saya sendiri, saya menghimbau: Marilah kita taat kepada hukum Allah swt dalam segala hal, termasuk dalam berbusana dan bergaul. Mari kita laki-laki dan perempuan menaatinya, meskipun -biasanya- wanitalah yang sering menanggung resiko lebih dahsyat dengan kehamilannya. Meskipun demiakian, tangan tidak mungkin bertepuk sebelah. Dan dalam realitas, biasanya orang lelaki lebih agressif dalam masalah ini, karena dalam surat An-Nur, ayat 30, Allah berfirman: “Katakanlah kepada orang lelaki beriman supaya mereka membatatasi pandangan dan menjaga kehormatan. Itulah yang lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Allah Mahapemberi khabar terhadap apa saja yang mereka lakukan.”
Selanjutnya pada ayat 31 surat An-Nur, Allah meminta wanita mukminat untuk membatasi pandangan, menjaga kehormatan, jangan menampakkan perhiasan kecuali hanyalah yang biasa nampak saja, dan hendaklah menurunkan kain kerudungnya sampai ke dada. Janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami, ayah, ayah suami, anak, anak suami, saudara, anak saudara lelaki ataupun perempuan, para wanita Islam, hamba sahaya yang mereka miliki, dan pelayan lelaki yang tidak lagi tertarik kepada wanita. Janganlah mereka menghentak-hentakkan kaki untuk diketahui perhiasannya yang disembunyikan. Bertaubatlah kamu sekalian kapada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu memperolah kemenangan dan kesuksesan. Demikian, semoga bermanfaat. Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

 

Sumber: Serambinews.com dijawab oleh : Prof. Dr. Tgk. Muslim Ibrahim, MA.

One Comment leave one →
  1. Rizal permalink
    6 Juli 2009 00:22

    Terimakasih atas postingannya untuk menjadi pelajaran bagi kita semua…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: