Skip to content

HUBUNGAN ILMU TAUHID DENGAN AL-QURAN

6 April 2009

HUBUNGAN ILMU TAUHID DENGAN Al-QURAN

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

Al-Quran mengajak manusia memecahkan sesuatu problema dengan cara yang pasti berdasarkan dalil-dalil pikiran dan intuisional yang masuk akal dan diterima jiwa. Pikiran yang disebut Al-Quran adalah pikiran manusia asli, sehat dan fitri, belum dikacaukan oleh pendapat yang bersimpang siur, tidak benar, akibat olah logika dan filsafat sebagai mainan otak. Pikiran asli ini dapat memikirkan alam semesta ini dengan baik dan pasti dimiliki oleh setiap manusia.

Hampir setiap ajarannya Al-Quran mendakwahkan hal-hal yang sesuai dengan fitrah manusia. Fitrah manusia mengakui adanya Tuhan pencipta alam, walaupun dalam sebutan yang berlainan. Manusia butuh sekali kepadaNya dan kepada agama. Oleh karena itu nubuwwah setiap Rasul bukanlah untuk menciptakan perasaan dan fitrah beragama, karena memang sudah dipunyai masing-masing manusia, tetapi memberi tuntunan dan meluruskan fitrah tersebut pada jalan yang sebenarnya sehingga terhindar dari kesyirikan.

Fitrah beragama ini dipupuk oleh Al-Quran dengan anjuran melihat alam sekeliling manusia sehingga imannya bertambah. Bagaimana benda-benda alam diciptakan Tuhan (QS. ‘Abasa : 22 – 28), Bagimana kejadian manusia (QS. At-thariq : 7), bagaimana Unta dijadikan, langit ditinggikan dan bumi dihamparkan (QS. Al-Ghasyiah : 20). Bagaimana bulan dan bintang bersinar di malam hari (QS’ Al-Furqan : 61), bagaimana kejadian di langit dan bumi, bumi diciptakan Tuhan tidak sia-sia (QS. Ali Imran : 191). KeEsaan Tuhan (QS. Al-Anbia : 22 dan Al-Mukminun : 19).

Ilmu Tauhid mengajak manusia membicarakan masalah aqidah dengan akal rasional. Dalam memberi argumentasi selalu digunakan logika khususnya qiyas (sillogisme-analogi) dengan premis minor (mukaddimah sugha-pendahuluan kecil) dan premis mayor (maukaddimah kubra-pendahuluan besar) dan konklusi (natijah-kesimpulan). Dengan demikian usaha ilmu Tauhid ini telah mengalihkan aqidah dari fitrah manusia, intuisi dan ajakan memperhatikan kebesaran dan kehebatan Tuhan di alam raya ini kepada pikiran dan penyelidikan akal. Sehingga pembahasannya hanya berlaku untuk orang-orang pandai saja. Sedangkan cara dan sistim fitrah yang dikembangkan Al-Quran dapat diterima oleh orang bodoh, orang pandai bahkan ahli filsafat.

Hal ini disebabkan oleh pembahasan Ilmu Tauhid yang sudah kemasukan filsafat, dalam langkah dan pembahasannya sering menimbulkan persoalan dan diskusi yang menimbulkan persoalan lain. Mengakibatkan pembahasan lanjutan, malah berakhir dengan dalil-dalil yang lemah, subyektif, yang tidak dapat diterima.

Ulama Ilmu Tauhid dalam menghadapi ayat-ayat Al-Quran yang secara lahiriyah bertentangan dengan ayat-ayat lainnya, seperti ayat tentang jabar (perbuatan manusia ditentukan Tuhan) dan tentang ikhtiar (manusia bebas berbuat), Tuhan punya tangan, mata dan hal-hal yang muthasyabihat lainnya, mereka menggunakan takwil sehingga dapat dipahami.

Tindakan mereka ini didorong oleh factor perkembangan zaman. Mereka hidup ditengah-tengah umat yang berlainan agama dan sudah menerima filsafat. Orang luar Islam tidak puas mendengar bukti-bukti kebenaran Islam hanya berdasarkan Kitab Suci dan Hadits belaka yang hanya mungkin dipahami oleh orang-orang Islam sendiri. Mereka menginginkan agar dapat dipahami bersama, haruslah didasarkan akal pikiran. Di samping itu lumrah terjadi setiap angkatan lama sering mengikat diri dengan nash asli dan diam saja bila sudah diluar kemampuannya. Sedangkan angkatan baru tidak puas dengan sikap demikian, mereka lebih suka menggunakan akal pikiran, walaupun harus dengan penakwilan, sehingga sasarannya tercapai.

One Comment leave one →
  1. 9 Februari 2012 18:12

    terima kasih atas semuanya. . .
    Mau komentar apa ea?
    Mohon maaf admin? Saya mau komentarin hati saya dulu. . .🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: