Skip to content

MENGAMALKAN ILMU

19 Juli 2009
tags: ,

Ilmu adalah suatu pengetahuan, yang dengannya kita melakukan suatu kegiatan atau acuan untuk berbuat. Dalam Islam diwajibkan menuntut ilmu terutama ilmu agama. Jika kita tidak punya ilmu, untuk menjalankan syariat Islam tidak mungkin dilakukan  karena kita mungkin hanya taklid buta saja atau ikut-ikutan tanpa mengetahui dalil-dalil atau asal-usulnya, seperti cara shalat, puasa, mandi, dsb. Maka ilmu agama sangatlah penting agar amalan-amalan yang kita lakukan sempurna seperti yang Allah SWT gariskan dan mendapatkan ganjaran fahala. Demikian juga dengan ilmu lainnya, karena untuk menjalani kehidupan ini kita membutuhkan berbagai pengetahuan. Nabi SAW bersabda : Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat.

Ilmu yang telah kita miliki wajib diamalkan karena ini menunjukkan kita kesempurnaan dalam melakukan suatu, jika dalam Islam maka kita menjadi alim. Orang alim ditakuti syaitan.  Abud Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata:
لاَ تَكُونُ عَالِمًا حَتَّى تَكُونَ مُتَعَلِّمًا، وَلاَ تَكُونُ بِالْعِلْمِ عَالِمًا حَتَّى تَكُونَ بِهِ عَامِلاً
“Engkau tidak akan menjadi seorang alim hingga engkau menjadi orang yang belajar. Dan engkau tidak dianggap alim tentang suatu ilmu, sampai engkau mengamalkannya.” Ali ra, juga berkata : هَتَفَ الْعِلْمُ بِالْعَمَلِ فَإِنْ أَجَابَهُ وَإِلاَّ ارْتَحَلَ
“Ilmu membisikkan untuk diamalkan, kalau seseorang menyambut (maka ilmu itu akan bertahan bersama dirinya). Bila tidak demikian, maka ilmu itu akan pergi.” Serta Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullahu juga berkata:
لاَ يَزَالُ الْعَالِمُ جَاهِلًا بِمَا عَلِمَ حَتَّى يَعْمَلَ بِهِ، فَإِذَا عَمِلَ بِهِ كَانَ عَالِمًا
“Seorang alim senantiasa dalam keadaan bodoh hingga dia mengamalkan ilmunya. Bila dia sudah mengamalkannya, barulah dia menjadi alim.” (*)

Jadi jelaslah bagi kita bahwa betapa sangat pentingnya ilmu dalam mengarungi kehidupan ini, baik untu agama maupun untuk kemaslahatan umat. Jika kita mempunyai ilmu maka dia akan menjaga kita tetapi jika mempunyai harta maka ia yang kita jaga. Sebaiknya kita lebih banyak memiliki ilmu daripada memiliki harta.

Sumber  : (*) “Awa’iq Ath-Thalab

About these ads
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: