Skip to content

IBU, ISTERI DAN MERTUA

7 Juli 2009

Pertanyaan
Yth. Ustadz Pengasuh KAI Serambi Indonesia
di tempat.

Assalamu’alaikum wr. wb.
Sebagai seorang suami yang ingin berlaku adil dalam rumah tangga, saya sangat ingin mengetahui apa saja yang menjadi hak saya dari isteri atau kewajiban isteri terhadap saya? Siapakah yang harus saya dahulukan kalau ibu kandung dan ibu mertua saya menyuruh dalam hal kebajikan? Atas bantuan ustadz menjawab, saya mengucapkan banyak terima kasih.

Wassalam
Muhammad Zeinuddin, Tualang Cut.

Jawaban
Sdr. Muhammad Zeinuddin

Waa’laikumussalam wr. wb.
Pertanyaan saudara sungguh menarik untuk dijawab secara panjang lebar. Karena halaman kita terbatas, maka cukup dijawab secara ringkas saja. Kewajiban Isteri terhadap suami, sudah difirmankan oleh Allah swt; “dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berfikir” (Q.S,Ar Ruum: 21).
Manusia sudah mengenal lawan jenisnya (laki-laki dan perempuan). Hubungan keduanya menggetarkan urat-urat dan perasaan mereka. Beragam perasaan dan orientasi yang campur aduk, dan mendorong langkah-langkah serta menggerakkan aktivitas. Sayang tak banyak manusia yang ingat, bahwa Allahlah yang menciptakan bagi mereka istri-suami dari jenis mereka sendiri, memberikan berbagai sifat belas kasih dan perasaan, menjadikan ketenangan jiwa dan urat syaraf, kesejukan diri dan hati, pengukuhan hidup dan kehidupan, kelembutan perasaan serta ketentraman baik bagi laki-laki maupun perempuannya (cf. Fi Zhilalil Qur’an, j.5, hal 2763). Nah, di sinilah perlu adanya kebersamaan membangun suatu rumah-tangga demi mencapai tujuan bersama pula. Karenanya saling mengetahui dan memahami kewajiban dan hak masing-masing.
Kita berkeyakinan, saat ini semua suami-isteri sudah mengetahui hak dan kewajiban masing-masing. Itu pasti, apalagi sebelum nikah, biasanya teungku kepada Kantor Urusan Agama (KUA), pasti sudah melancarkan kaji lagi. Tapi tidaklah mengapa kalau di sini kita sebutkan secara amat ringkas saja, di antaranya, pertama, menaati suami/isteri selama tidak memerintahkan kepada perkara-perkara yang maksiat. Berkhitab kepada suami, Allah berfirman: “…Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya” (Q.S,An Nisaa: 34).
Kedua, menjaga kehormatan suami dan kehormatan isteri. Allah berfirman: “Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)” (Q.S, An Nisaa: 34). Rasulullah saw dalam satu hadist, menyatakan bahwa Allah melaknati dayyus. Dayyus adalah orang tidak menjaga kehormatan isteri dan anak perempuannya.
Ketiga, memelihara harta, anak-anak dan berbagai perkara rumah tangganya. Sabda Rasulullah saw; “Seorang istri adalah orang yang bertanggung jawab terhadap rumah suami dan anak-anaknya” (Muttafaq alaih). Dalam hadits lain disebutkan bahwa suami bertanggungjawab atas semua itu.
Keempat, tidak keluar dari rumah tanpa izin dan ridha suami, menjaga pandangan, merendahkan suara, menahan dirinya dari berbuat buruk dan juga lisannya dari berkata keji, durhaka terhadap kedua orang tua dan kerabatnya. Demikian juga sebenarnya, suamipun hendaknya kalau keluar rumah sebaiknya dengan sepengetahuan isteri. Semua pihak dilarang keras melepaskan pandangan liar seperti mata keranjang; memekik, sorak-sorai menginggikan suara di jalan-jalan dan di mana-mana, Juga semua kita dilarang berbuat buruk, keji, munkar dan sejenisnya, apalagi berlaku durhaka. Dapat dirujuk pemahamannya pada ayat 30 dan 31 surat An-Nur dalam Alquran.
Saudara, kalau ditanya; kepada siapakah yang harus terlebih dahulu dalam berbuat baik? Menurut pengasuh, harus kepada ke dua-duanya. Baik kepada ibu maupun istri. Kedua orang ini adalah wanita yang memiliki kedudukan sangat penting di dalam kehidupan seorang laki-laki. Ibu adalah sebab keberadaannya di dunia sedangkan istri adalah sebab yang memberikan ketenangan dan ketentraman jiwanya di dalam rumah tangganya.
Seorang ibu yang shaleh akan melahirkan anak-anak yang shaleh dengan pendidikan dan bimbingannya terhadap mereka. Sedangkan istri yang shaleh akan menjadikan rumah tangga dan keluarga suaminya penuh dengan cinta dan kasih sayang dengan pendampingannya di dalam ketaatan kepada Allah swt dan pemenuhan kewajiban-kewajibannya terhadap suaminya. Juga melahirkan anak-anak kita yang kelak dididik menjadi anak yang saleh pula.
Namun jika dia dihadapkan oleh dua perintah yang sama derajat hukumnya di dalam timbangan syariah (sama-sama wajib, sunnah atau mubah) dalam satu kondisi maka perintah ibu harus lebih diutamakan daripada perintah istrinya. Hal yang demikian dikarenakan bahwa kedudukan laki-laki itu adalah anak terhadap ibunya.
Seorang anak diwajibkan untuk mentaati ibunya di dalam kebaikan dan ketaatan selama tidak memerintahkannya untuk berbuat maksiat kepada Allah. Sesuai perintah Allah: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil” (Q.S, Al Israa: 23-24).
Sabda Rasulullah saw kepada seorang laki-laki yang bertanya kepadanya saw dan berkata, “Siapa yang lebih berhak diperlakukan ? Beliau menjawab,’Ibumu.’ Orang itu bertanya lagi,’Siapa lagi?’ Beliau menjawab,’Ibumu.’ Orang itu bertanya lagi,’Siapa lagi?’ Beliau menjawab,’Ibumu.’ Orang itu bertanya lagi,’Siapa lagi?’ Beliau menjawab,’Ayahmu.” (Muttafaq Alaih)
Sedangkan kedudukan laki-laki itu terhadap istrinya adalah suami baginya. Seorang suami berkewajiban menjaga, memelihara dan membimbingnya kapada yang diridhai Allah swt sedangkan istri berkewajiban mentaati perintah suaminya selama perintah itu tidak dalam perkara-perkara maksiat kepada Allah swt. Namun yang lebih penting dari itu harus ada pengertian yang dalam antara suami dan isteri. Pengasuh kira, demikian juga dengan ibu. Sebab semua ini adalah anggota bagi sebuah keluarga besar sang suami.
Hal lain yang bisa dijadikan bahan pertimbangan mengapa ketaatan kepada ibu lebih didahulukan daripada taat kepada pasangannya adalah kaidah fiqih “Apabila pokoknya tidak ada maka tidak ada pula cabangnya. “Anak adalah cabang dari induk, yaitu ibu dan ayah. Tidak akan ada diri anak tanpa ada ibu dan ayahnya. Sedangkan istri bukanlah pokok atau induk dari suami, ia adalah mitra sejajar bagi suami di dalam kehidupan berumah tangga. Jadi posisi istri adalah setara dengan suaminya, yaitu dibawah dari kedudukan ibu dan ayah masing-masing. Demikian, Wallahu A’lamu Bishshawaab.

Sumber: Serambinews.com oleh Prof. DR. Tgk. Muslim Ibrahim, MA

One Comment leave one →
  1. Benny permalink
    16 Desember 2013 11:57

    Dinyatakan dalam tulisan di atas bahwa: “Namun jika dia dihadapkan oleh dua perintah yang sama derajat hukumnya di dalam timbangan syariah (sama-sama wajib, sunnah atau mubah) dalam satu kondisi maka perintah ibu harus lebih diutamakan daripada perintah istrinya. Hal yang demikian dikarenakan bahwa kedudukan laki-laki itu adalah anak terhadap ibunya?
    Jika kedudukan laki-laki itu adalah anak terhadap ibunya, bagaimanakah kedudukan perempuan terhadap ibunya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: