Skip to content

HUBUNGAN ILMU TAUHID DENGAN FIQH DAN TASAWUF

7 April 2009

HUBUNGAN ILMU TAUHID DENGAN ILMU FIQH DAN TASAWUF

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

Hubungan Ilmu Tauhid dengan Ilmu Fiqh sangat erat dan saling menunjang tetapi ada juga perbedaannya yaitu pada sasaran pembahasannya. Ilmu Tauhid mengarahkan sasarannya kepada soal-soal kepercayaan (aqidah) sedangkan Fiqh sasarannya adalah hukum-hukum perbuatan lahiriyah mukallaf (ahkam al-amaliah). Inilah sebabnya filsuf al-Araby mengatakan Ilmu Tauhid itu dapat menguatkan aqidah dan syari’ah yang dijelaskan oleh Allah SWT dan RasulNya. Sedangkan Ilmu Fiqh berusaha mengambil hukum sesuatu yang tidak dijelaskan oleh Allah SWT dan RasulNya baik aqidah mapun syari’ah. Sasaran Ilmu Tauhid hanya menyangkut soal-soal furu’ yang berhubungan dengan perbuatan. Seorang ahli Fiqh akan mengambil hukum-hukum ibadat dari dasar Tauhid, ke-Esa-an Allah SWT tanpa mempersoalkan masalah keTuhanan dan yang berhubungan dengannya. Karena bagian ini tergolong ke ahli Tauhid.

Perbedaan kedua ilmu ini terletak pada methode dan obyeknya. Ilmu Tauhid mewarnai aqidah agama, dengan akal pikiran dan mengkontruksikannya atas dasar akal pikiran. Karena ilmu ini memang mengharuskan untuk memahami obyeknya dengan akal (konprehensif) sehingga ilmu tentang Tuhan baru akan diperoleh dengan jalan penyelidikan akal, tanpa meninggalkan nash-nash agama. Lain halnya dengan Ilmu Tasawuf, ia merasakan aqidah itu dengan hati nurani, tanpa memerlukan akal pikiran dan alasan logika tentang kebenarannya. Manusia cukup saja merasainya dengan hati karena cahaya yang datang itu berasal dari yang terletak di luar akal.

Ilmu yang pasti benar (yakin) datangnya dari terkaan batin (supposisi-hadas) atau perasaan (taste-intuisi-zauq-wijdan) atau menyaksikan langsung dengan mata hati (wahyu-revelation-discovery-kayf). Semua hasil ini sangat aneh dan berlainan dengan argumentasi-akal. Oleh karenanya tasawuf mengambil ilmu pengetahuan bukan dengan berguru dan bukan dengan membaca kitab, tetapi memperolehnya melalui pengalaman dan penyelidikan hati.

 

About these ads
4 Komentar leave one →
  1. 4 Januari 2014 23:57

    Ilmu yang wajib ( fardhu ain ) si pelajari ada 3, Ilmu Tauhid , ilmu fiqh dan ilmu tasawuf ketiga ilmu tersebut berhubungan dengan rukun agama, yaitu iman, islam dan ihsan, jadi ilmu tauhid mengajarkan ke arah keimanan, ilmu fiqh mengajarkan ke islaman dan ilmu tasawuf mengajarkan ke ihsanan, jasi sangat jelas sekali perbedaanya dan penggunaannya, terima kasih waslm, – solusipunyarumah-

  2. hamdani hamid permalink
    5 Desember 2013 11:03

    Tasauf merupakan jembatan menuju haqikat, yaitu pengamalan hati manusia yg mengharapkan ridha ALLAH SWT, (ilahi antalmaksudi waridha aka matlubi)

  3. Saiful sibela permalink
    18 Desember 2011 23:58

    tasawuf juga akan memebawa manusia pada keberadaan dimana ia bisa mengenal tuhanya

  4. adefadlee permalink
    22 April 2009 14:11

    Ilmu psikologi di dalam Islam yang sebenarnya ialah ilmu tasawuf, kerana ia benar-benar dapat menilai fikiran, nafsu dan jiwa atau hati manusia hingga dengan itu mudah membaiki manusia.
    _________________________________________

    Tasawuf itu bukan istilah-istilah, bukan ucapan-ucapan yang pelik,.tapi kebersihan hati, yang akan membersihkan noda lahir.

    (Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: